24.12.08
Dilema pendidikan 2
17.12.08
Apakah Ini Ilegal Loging?
Orang-orang yang melakukan penebangan pohon-pohon di dalam hutan (di kebanyakan negara) hanyalah untuk dijadikan kayu bakar atau membuka lahan pertanian baru. Pepohonan di hutan hujan berfungsi menahan air hujan di dalam tanah dan membersihkan udara untuk kita bernafas. Tetapi hutan yang gundul di beberapa negara-negara beriklim tropis akan mudah disapu air apabila hujan lebat yang bisa mengabiskan sumber ikan di pantai dan bisa mengubah tanah menjadi padang pasir. Di negara Haiti hutannya hijaunya tinggal 5%, juga di beberapa negara lainnya, bahkan lebih sedikit lagi. Sedangkan pohon tertinggi di dunia adalah redwood yang tingginya 113 meter, di AS.15.12.08
Dilema dunia pendidikan 1.
Matematika Pengacara
Seorang insinyur, ahli fisika, dan seorang pengacara, tengah diwawancarai untuk menduduki posisi manajer operasional pada sebuah perusahaan besar.
Si insinyur diwawancarai pertama kali. Ia diharuskan menjawab serangkaian pertannyan, yang diakhiri dengan pertannyaan, "Berapakah dua ditambah dua?"
Si insinyur langsung mohon diri untuk keluar sebentar. Ia sibuk mengukur dan mengkalkulasi. Setelah selesai, ia kembali ke ruangan wawancara, dan menjawab, "Empat."
Kesempatan berikutnya adalah si ahli fisika. Ia pun diharuskan menjawab serangkaian pertanyaan, yang diakhiri pertanyaan yang sama, "Berapakah dua ditambah dua?"
Sebelum menjawab, sama seperti si insinyur, ia mohon diri untuk keluar sebentar. Ia langsung pergi ke perpustakaan untuk melakukan riset.
Setelah berkonsultasi ke sana-sini dan membuat kalkulasi yang men-jelimet, akhirnya ia kembali ke ruangan wawancara, dan menjawab, "Empat."
Kesempatan terakhir adalah si pengacara. Dan lagi-lagi, pertanyaan terakhirnya adalah, "Berapakah dua ditambah dua?"
Si pengacara langsung menutup semua gorden di ruangan itu, setelah sebelumnya melihat keluar apakah ada orang lain yang memperhatikan. Ia juga memeriksa semua saluran telepon. Akhirnya dengan setengah berbisik ia menjawab, "Terus terang aja, Anda maunya berapa?" .
Sumber : inilah.com
14.12.08
Kekerasan Media Mengarah Kenakalan Remaja
Apa jadinya dunia pendidikan Indonesia bila tiap hari media selalu menyuguhi berbagai berita tentang kekerasan. Tawuran antar pelajar, kerusuhan, demontrasi besar-besaran. Perkelahian antar pelajar, mahasiswa, masyarakat dan berbagai tindak anarkhis lainnya adalah konsumsi yang rutin menjadi santapan remaja Indonesia. Masa remaja adalah masa dimana seorang anak beranjak mencari jati diri dengan mencari figur yang bisa dijadikan contoh atau teladan . Selama ini terkadang remaja lebih berkiblat mencari contoh atau idola dari media, seperti televisi. Apa jadinya bila contoh yang didapat tidak memberikan keteladanan ? Artis-artis idola yang dijadikan panutan tidaklah semuanya pantas untuk dicontoh, namun dari mereka inilah remaja mengambil referensi dalam berpakaian, berbicara, berdandan dan bertingkah laku. seorang anak yang bicara jauh dari sopan dengan orang tuanya adalah tontonan yang biasa didalam sinetron ABG di televisi, anak SD yang sudah mengenal dunia pacaran, sudah mengenal trik-trik kejahatan untuk menghancurkan lawannya, yang notabene adalah kawan sekolahnya. Pelecehan terhadap si miskin dari si kaya, dan tokoh-tokoh guru yang bloon yang selalu jadi bahan olok-olokan siswa dikelas, itulah yang setiap hari jadi referensi remaja dalam mencari jati dirinya. Sungguh ironis dan menyedihkan. 
